Chibi-ko

hai anak kecil,
tega sekali kau pasang wajah datar?
wajahmu yang bandel bikin geregetan
pura-pura tak tahu ya?
sepanjang akhir pekan,
aku diserang bimbang
antara ingin tahu kau sedang dimana
dan rasa ego (knapa harus gw yang nanya?)
hei anak kecil,
aku benci wajahmu yang [sok] polos
tahukah atau pura-pura saja?
sepanjang pekan ini aku diserang demam malaria tropikana
panas dingin kalau kau ada disana
dan kamu hanya senyum seperti biasa
(kenapa cman gw yang salting?)
hei anak kecil,
sebelum ujian kusebut namamu tiga kali
tapi kamu acuh saja
sebelum tidur ingin kuhitung domba
tapi kenapa dombanya jadi manusia
dan manusianya mirip kamu
(turun woi, jangan bikin gw susah tdur..)
tapi pagi ini kamu acuh saja.
tambahan lebih buruk
kamu anggap aku tak ada
paling tidak berilah bonus kecil
senyum pagi pengganti super glue perekat hatiku yang bocor
hei anak kecil,
aku makin bingung
setelah seminggu badai salju tanpa pertanda
hari ini jendelamu yang terbuka di dunia maya
apa sie maumu anak kecil?
(inspired by: Sebuah makhluk mungil – Katyusha, a novel i read when i was 8 years old. it’s a simple high school love story yet, i like the way the writer writes it. in a easy-read, fun language
)

salam kenal. saya juga suka “Sebuah Makhluk Mungil”-nya Katyusha. sayang, novelnya raib dipinjem teman, gak kembali? anda tau dimana saya bisa dapet novel ini skrg? thx