Kecewa

Dan aku teringat seorang teman
yang dulu sejati untukku
tak bertepi
saling mengulurkan tangan saat terjatuh
saling memberi yang terbaik jika bersamaa
ku benci saat jauh
karena dia yang membawa makna dunia
dan aku benci saat sendiri
karena tiada selain dia yang mengerti
dan aku semakin benci saat ditinggal sendiri
karena dia punya dunia baru yang aku bukan bagiannya
dia selalu berkata kita teman
tapi semuanya semakin menjadi palsu
aku benci saat dia berkata hitam
jika ternyata putih adanya
aku benci mengakui dia berbeda
dan jarak, waktu memisahkan semua
tidak ada teman sejati
semuanya hanyalah ‘jika’
hitungan standar jika kamu ingin dibutuhkan
dan aku benci
dikecewakan.

Tinggalkan Balasan