sejauh apakah dirimu
aku enggan mengukur
(wahai manusia yang datang dan pergi sesuka hati
bahkan lotere pun lebih mampu aku prediksi)
adakah aku di duniamu
aku enggan meragu
(wahai engkau yang melempar senyum
obral matahari pun serasa butik eksklusif dibanding denganmu)
permainan apa yang sedang kau ulur
aku ingin sekedar tak peduli
(tapi smuanya berputar di sekitarku dan aku benci diriku
yang tak bisa melangkah pergi saat senyum itu kembali lagi)

Tinggalkan Balasan