sayonara

•Mei 27, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

sunyi malam
berkawan nyanyian jangkrik
bertepi galau seribu risau
deru kipas angin pengusir lembab tersia-sia
mataku ada disini menatap tarian jemari
namun engkau yang ada disana
tersenyum dalam makna tak terbaca

aku
engkau
dia
mereka

sayangku, tersenyumlah lagi sekali saja

biar dunia pengapku ini sekejap kabur dari panca indera
biar aku sekejap amnesia
sedetik lalu kau ucapkan satu kata

sayangku, kecup duniaku sekali lagi saja

biar sedetik deru jemu ini jadi pelengkap orkestra
biar aku sejenak terbawa
pangeran jangkrik yang semu dan haru biru
menarikan tari penghabisan sebelum tirai kau tutup paksa

satu kata
satu kata
satu kata

antara aku
engkau
dia
dan mereka

sayonara.

Jagalah Jarak Kita

•Mei 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku dan kamu bukan satu.

kita dua manusia
dua jiwa,
dua dunia,
dua cerita

aku dan kamu bukan satu

meski kau sebut aku saudara
terhubung genetika
atau sekedar lekang dihunus peta
hidup yang tersimpang,
dua himpunan beririsan
terlalu manis untuk dikenang
terlalu pahit dilupakan

aku dan kamu bukan satu,

walau sejuta sama membentang
semilyar beda menjeda
kita dua dunia yang berbeda
aku, kamu, kita, mereka

ijinkan aku mendekat
tapi jangan sampai terlalu lekat
ingatkan aku jika nyaris masuk ke jurang
tak sedekat kau sampai menggamit tangan
jika aku ingin ada di depan,
awasi langkahku dari belakang
jika engkau ingin berlari
ingatlah aku selalu ada disini

jangan sampai terlalu dekat
karena aku dan kamu bukan satu
jadilah dirimu,
seperti aku menjadi diriku
pergi dan temukan dirimu,
bebaskan langkahmu, jika kau ingin
kita akan selalu saling mengerti

mari kita berbagi setapak
berjalan bersisian namun jangan terlalu dekat
karena aku dan kamu bukan satu..

Chibi-ko

•April 18, 2008 • 1 Komentar

hai anak kecil,
tega sekali kau pasang wajah datar?
wajahmu yang bandel bikin geregetan
pura-pura tak tahu ya?
sepanjang akhir pekan,
aku diserang bimbang
antara ingin tahu kau sedang dimana
dan rasa ego (knapa harus gw yang nanya?)

hei anak kecil,
aku benci wajahmu yang [sok] polos
tahukah atau pura-pura saja?
sepanjang pekan ini aku diserang demam malaria tropikana
panas dingin kalau kau ada disana
dan kamu hanya senyum seperti biasa
(kenapa cman gw yang salting?)

hei anak kecil,
sebelum ujian kusebut namamu tiga kali
tapi kamu acuh saja
sebelum tidur ingin kuhitung domba
tapi kenapa dombanya jadi manusia
dan manusianya mirip kamu
(turun woi, jangan bikin gw susah tdur..)

tapi pagi ini kamu acuh saja.
tambahan lebih buruk
kamu anggap aku tak ada
paling tidak berilah bonus kecil
senyum pagi pengganti super glue perekat hatiku yang bocor

hei anak kecil,
aku makin bingung
setelah seminggu badai salju tanpa pertanda
hari ini jendelamu yang terbuka di dunia maya

apa sie maumu anak kecil?

(inspired by: Sebuah makhluk mungil – Katyusha, a novel i read when i was 8 years old. it’s a simple high school love story yet, i like the way the writer writes it. in a easy-read, fun language :) )

(2) Ups and Downs

•April 13, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dear Sally,

Remember the guy I told you yesterday? The one who made me blushed all the way on that unpredicted encounter? Today I met him again in the library and as usual, we did not even talk each other when anybody else around (I wonder why also-so please dun bombard me with those ‘hello, mr right, i’m here please smile at me’ strategy you suggested me back then).

Well, he was the same (you wont expect him to change overnight though, this is not bollywood movie) and strangely I could smile at him lightly. Strangely, able to without my body trembled foolishly, without my cheek burnt hot and changed me into crabbies, and without my heart beat so fast as I thought I would have a heart attack a second after. It was kinda strange. All I knew is that he did not produce the same effect to me as last time.

I was kinda glad. It would have been a disaster if I do fall for him (and dun ask me why again, we are way too similar and having a monster in me is more than enough. and you do understand that i think :P ). However, I am not too sure about it.lol. nevermind. I am glad it’s over before he notices that I had a crush on him yesterday lol. though, i am not sure whether i’m totally over it… dude, it’s kinda crazy here.i know tt i should be thinking bout next week’s exam instead of playing around like this. ow.. shikatanai na.. youth life’s complicated right? :D

hey, it’s been a week. How’s your new school? kinda jealous of your kouhai welcome ceremony there. rock them out, dude. you can do it!

love,
Jesse

(1)Yokunai

•April 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Jessica. west academic complex, 4 pm.

my face blushed (i think, as i feel it getting warmer and warmer and i dun know what to do but look in other direction but yours) and all my-already-spent hours-memorizing-vocabs gone in a second. what happen to me? it’s not fair.suddenly i feel like just fleeing away from you and the world. i’m afraid. i dun know what happen to me. my stomach suddenly feels funny in an unexplainable manner. you just smiles and makes fun of me and all i can do is replying in a stupid way.

my fingers getting colder and i am fraid i suffer from sudden hypothermic. since when the benches are this breeezy? i never know that in dry season, the wind can be this cold. even the library is warmer. my fingers never feel so lame as today, in the suposed-to-be hot benches (yea, it’s hot. it’s directly in contact with the sunshine anyway. is the coldness only my imagination?). my cheek is burning hot, and i hate all this tingly things going in my head.

ok, i’m getting nervous and i dun know why.woa, it’s not good. i think i may have heart attack the next second. why should i be nervous? the test is tomorrow anyway. this is not the way it should be. and why should you offer seeing the thing? i cannot say no. damn.

thanks God, when i left, all the things back to normal. as soon as you get out of my sight. i dunno what’s happening to me. all i know is that it’s not the way i interact with you like before. kowai sugiru. doushite?

baka.

Ketika Hujan..

•April 3, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hujan turun setiap petang, sayang
semburat jingga diwarnai kelabu
dan aku ingat padamu
adakah kau membawa payung?
aku takut kau kena flu..

Hujan turun menitikkan kelam, sayang
langit gelap dan angin bertiup kencang
aku sekali lagi teringat padamu
mungkinkah kau sedang ada di jalan?
kuharap engkau tidak kedinginan..

Bulan berganti, hujan berhenti, sayang
bukankah harusnya senyum yang kusunggingkan?
tapi aku merenda sunyi sayang
kau tinggal sendiri dan terlupakan
ketika hujan berlalu pergi..

Kecewa

•April 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Dan aku teringat seorang teman
yang dulu sejati untukku
tak bertepi
saling mengulurkan tangan saat terjatuh
saling memberi yang terbaik jika bersamaa

ku benci saat jauh
karena dia yang membawa makna dunia
dan aku benci saat sendiri
karena tiada selain dia yang mengerti
dan aku semakin benci saat ditinggal sendiri
karena dia punya dunia baru yang aku bukan bagiannya

dia selalu berkata kita teman
tapi semuanya semakin menjadi palsu

aku benci saat dia berkata hitam
jika ternyata putih adanya
aku benci mengakui dia berbeda
dan jarak, waktu memisahkan semua

tidak ada teman sejati
semuanya hanyalah ‘jika’
hitungan standar jika kamu ingin dibutuhkan
dan aku benci
dikecewakan.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.